420 ELECTRIC HAND VIBRATOR
- Memadatkan Beton (Concrete Compaction): Menggetarkan adonan beton agar terdistribusi merata ke seluruh sudut bekisting.
- Menghilangkan Udara Terjebak: Mengeluarkan gelembung udara yang terperangkap dalam campuran beton, yang dapat melemahkan struktur.
- Mencegah Beton Keropos (Honeycombing): Menghindari adanya lubang-lubang kecil atau keropos di dalam hasil cor yang dapat mengurangi kekuatan struktur.
- Meningkatkan Kualitas dan Kekuatan: Memastikan hasil beton yang padat, kokoh, dan berumur panjang.
- Fleksibilitas Portabel: Mudah dibawa dan digunakan untuk proyek kecil hingga menengah, seperti pengecoran pondasi, tiang, dan jalan.

CO-500 MODULUS OF ELASTICITY IN CONCRETE
Pengujian modulus elastisitas beton dilakukan untuk mengetahui seberapa elastis beton dalam merespons beban atau tegangan. Pengujian ini dapat dilakukan dengan metode destruktif dan non-destruktif. Metode destruktif melibatkan pengujian sampel beton silinder dengan mengukur deformasi aksial di bawah tekanan, sedangkan metode non-destruktif menggunakan alat seperti Ultrasonic Pulse Velocity (UPV).
Metode Pengujian:
1. Metode Destruktif (Destructive Testing):
2. Metode Non-Destruktif (Non-Destructive Testing):
Hasil Pengujian:
- Hasil pengujian modulus elastisitas beton dapat digunakan untuk merancang struktur yang lebih aman dan efisien.
- Modulus elastisitas beton umumnya berbanding lurus dengan kuat tekan beton.
- Semakin tinggi kuat tekan beton, semakin tinggi pula modulus elastisitasnya.
Contoh Nilai:
- Modulus elastisitas beton M20 sekitar 22360 MPa.
- Modulus elastisitas beton M25 sekitar 25000 MPa.
- Menurut standar Australia, modulus elastisitas beton (Ec) adalah 26700 MPa.

CO-355 COMPACTING FACTOR APARATUS
STANDARD : BS 1881-103
Compacting Factor Aparatus digunakan untuk menentukan faktor pemadatan beton dengan kemampuan kerja rendah, sedang, dan tinggi.
- Peralatan ini terdiri dari dua corong berbentuk kerucut yang dipasang di atas silinder, yang disejajarkan pada rangka baja yang kokoh.
- Setiap corong dilengkapi dengan engsel untuk mekanisme Quick Release.
- Faktor pemadatan adalah rasio antara berat beton, yang sebagian dipadatkan dalam kerucut, dengan berat beton yang dipadatkan sepenuhnya dalam silinder.
- Baik corong maupun silinder memiliki konstruksi yang kaku dan terbuat dari logam yang tidak mudah diserang oleh pasta semen.
Alat yang dginakan seperti gambar di bawah ini :

Concrete Specimen Cutting Machine
CONCRETE SPECIMENT CUTTING MACHINE
Standar Acuan : SNI 03-2492-2002 Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti
Beton inti hasil pengambilan menggunakan mesin Core Drill tidak bisa langsung diuji menggunakan mesin kuat tekan beton, tetapi harus terlebih dahulu dipotong kedua ujungnya agar rata dan tegak lurus. Dalam point 5.3.1 SNI 03-2492-2002 dijelaskan : Ujung beton inti harus dipersiapkan untuk keperluan uji kuat tekan sebagai berikut :
- Permukaan bidang tekan benda uji harus rata dan tegak lurus terhadap sumbu benda uji;
- Apabila ketentuan 1) tidak dapat dipenuhi, permukaan bidang tekan dan benda uji harus diratakan dengan mesin gergaji beton atau gerinda, sehingga memenuhi ketentuan sebagai berikut :
- Penyimpangan kerataan permukaan bidang tekan tidak boleh lebih dan 1 mm terhadap permukan ujung benda uji;
- Penyimpangan ketidaklurusan permukaan bidang tekan terhadap sumbu benda uji tidak tidak boleh lebih dan 50;
- Penyimpangan diameter permukaan bidang tekan tidak boleh lebih dan 1 mm terhadap diameter rata-rata benda uji.
Untuk keperluan tersebut Bina Mutu Teknotama Digital menyediakan 2 type alat potong Speciment Beton Inti yaitu :
- CO-880 SPECIMENT CUTTING MACHINE OUTOMATIC
- CO-890 SPECIMENT CUTTING MACHINE MANUAL
Kedua alat tersebut dapat dilihan pada gambar di bawah ini :


CO-860 Core Drill Portable
CO-860 CORE DRILL ELECTRIC PORTABLE (ALAT CORE BETON ELEKTRIK PORTABLE)
Standar Acuan : SNI 03-2492-2002 METODE PENGAMBILAN DAN PENGUJIAN BETON INTI
Pengambilan Beton Inti menggunakan alat Core Drill merupakan langkah terakhir yang dilakukan untuk mengukur mutu beton yang sudah terpasang di lapangan. Hal itu dilakukan jika dari hasil pengujian sampel benda uji di lapangan, di laboratorium di batching plant semua hasilnya dibawah persyaratan minimum dalam perencanaan. Bahkan hasil uji Hammer Test langsung di lapanganpun menunjukan hasil yang tidak sesuai dengan perencanaan.
Karena Core Drill ini sifatnya Destructive / merusak, maka tatacaranya harus benar-benar mengikuti putunjuk dalam SNI 03-2492-2002. Benda uji dari hasil pengeboran beton ini adalah benda uji berbentuk silinder atau dibuat kubus dan hasil pengeboran beton keras pada struktur bangunan. Perbandingan ukuran agregat maksimum dalam beton dengan diameter beton inti harus lebih besar dari 1:3, atau diameter benda uji beton inti untuk uji kuat tekan harus lebih dari tiga kali ukuran nominal maksimum dan agregat kasar dalam beton keras. Benda uji beton inti yang akan digunakan untuk pengujian kekuatan harus diambilkan dari beton keras yang umumnya tidak boleh kurang dari 14 hari. Sebelum memutuskan untuk melakukan pengeboran beton inti, perlu mempertimbangkan terlebih dahulu tujuan pengujian dan penginterpretasian data.
Implikasi struktural hasil dan pengambilan beton inti terdahulu harus dipertimbangkan, dan beton inti harus diambil :
- Pada titik yang jauh dan sambungan atau bagian tepi dan elemen struktur daripada tempat-tempat yang sedikit mungkin atau tidak ada tulangan.
- Tegak lurus pada komponen struktur beton yang posisinya horisontal/vertikal, harus dipilihkan pada tempat yang tidak boleh membahayakan struktur, yaitu tidak boleh terlalu dekat dengan sambungan
CO-860 Concrete Core Drill Elektrik Portable ini menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya, sifatnya portable sehingga pada saat digunakan sepenuhnya tergantung kepada kekuatan tangan untuk menahan mesin sampai proses pengambilan inti beton selesai. Harap diperhatikan kalau memeli type portable Diamond Bit yang digunakan terbatas ukuran 3/8" - 3" Paket dalam CO-860 sudah termasuk 1 (satu) buah diamond bit 3" buatan Hoffman.
