RT-400 SLAKE DURABILITY APPARATUS
Pengujian slake durability apparatus adalah metode untuk menguji ketahanan batuan terhadap pelapukan yang disebabkan oleh siklus basah-kering. Alat ini digunakan untuk mensimulasikan kondisi alam di laboratorium dan menilai seberapa baik batuan dapat mempertahankan kekuatannya setelah melalui proses tersebut.
Tujuan:
Menilai ketahanan batuan terhadap pelapukan, terutama pada serpih, batulumpur, batulanau, dan batuan lain yang mengandung lempung.
Proses:
Sampel batuan ditempatkan dalam drum berputar yang berisi air, kemudian dikeringkan. Proses ini diulang beberapa kali untuk mensimulasikan siklus basah-kering alami.
Interpretasi Hasil:
Hasil pengujian menunjukkan seberapa banyak batuan mengalami pelapukan dan disintegrasi (pembongkaran) setelah melalui siklus basah-kering. Semakin sedikit batuan yang rusak setelah pengujian, semakin tinggi daya tahan batuan tersebut.
Aplikasi:
Pengujian ini penting untuk berbagai aplikasi, termasuk dalam konstruksi tanggul, infrastruktur, dan penentuan metode penggalian material.
Standar:
Ada standar internasional seperti ASTM D4644 yang mengatur prosedur pengujian slake durability apparatus.

RT 300 UNIAXIAL COMPRESSIVE STRENGTH FOR ROCK TEST
- RT-300 UCS FOR ROCK TEST ANALOG
- RT-300D UCS FOR SOIL CEMENT TEST DIGITAL 27 kN / 6.000 lbf
- RT-350 UCS FOR ROCK TEST DIGITAL 150 kN
Uji UCS merupakan salah satu metode untuk menentukan sifat mekanik batuan skala laboratorium. Tujuan uji ini adalah untuk klasifikasi dan karakterisasi sampel batuan utuh (intact rock). Dari uji ini dihasilkan beberapa informasi yaitu kurva tegangan regangan, kuat tekan uniaksial (UCS) (σc), modulus Young (E), nisbah Poisson (ʋ), fraktur energi, dan spesifik fraktur energi.
Pengujian UCS (Uniaxial Compressive Strength) pada batuan adalah metode untuk menentukan kekuatan tekan batuan utuh dengan cara menekan sampel batuan dari satu arah hingga mengalami kegagalan, bertujuan untuk klasifikasi dan karakterisasi batuan.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai pengujian UCS batuan:
Tujuan Pengujian:
- Menentukan nilai kekuatan tekan uniaksial (UCS) batuan utuh.
- Melakukan klasifikasi dan karakterisasi batuan utuh berdasarkan kekuatan tekannya.
- Memperoleh parameter masukan untuk desain geoteknik dan rekayasa batuan.
Metode Pengujian:
- Sampel batuan yang digunakan biasanya berbentuk silinder, balok, atau prisma.
- Sampel ditekan secara uniaksial (satu arah) hingga mengalami kegagalan atau retak.
- Nilai tegangan maksimum yang ditahan oleh sampel sebelum kegagalan merupakan nilai UCS.
Signifikansi Pengujian:
- Nilai UCS sangat penting dalam berbagai aplikasi rekayasa batuan, seperti desain struktur, penambangan, dan infrastruktur.
- Memahami kekuatan batuan membantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat dalam proyek-proyek yang melibatkan batuan.
Faktor yang Mempengaruhi Nilai UCS:
- Jenis batuan, tekstur, dan komposisi mineral.
- Kadar air atau kelembaban batuan.
- Arah dan kerapuhan retakan pada batuan.
Korelasi dengan Uji Lain:
- Uji UCS dapat dikorelasikan dengan uji lain, seperti uji Point Load Index (PLI) untuk memprediksi nilai UCS secara tidak langsung.
- Schmidt hammer juga dapat digunakan untuk memprediksi nilai UCS, meskipun dengan tingkat akurasi yang lebih rendah.
UCS menggunakan Standard dari ISRM 1981. Uji ini menggunakan mesin tekan dengan laju tegangan antara 0.5-1.0 MPa/detik. Pengukuran gaya tekan melalui pembacaan manometer gauge. Sedangkan pengukuran perpindahan aksial dan lateral dilakukan dengan memasang dial gauge secara vertikal dan horizontal. Menurut standard tersebut, contoh batuan uji berbentuk silinder dengan perbandingan L/D bervariasi dari 2.5 – 3.0. Diameter sampel batuan lebih dari ukuran NX (± 54 mm). Kedua muka contoh batuan uji harus mencapai kerataan hingga 0.02 mm. Sisi panjangnya juga harus rata, sehingga kelurusannya sepanjang sampel batuan.
Kuat Tekan Uniaksial (σc), adalah gambaran dari nilai tegangan maksimum yang dapat ditanggung sebuah sampel batuan sesaat sebelum batuan tersebut hancur (failure) tanpa adanya pengaruh dari tegangan pemampatan. Kuat Tekan Uniaksial (σc) dinyatakan dengan persamaan (1) :
(1)
Ketika dilakukan penekanan terhadap sampel batuan, maka sampel tersebut akan mengalami pemendekan di sisi aksial dan penggelembungan di sisi lateral. Penyebaran tegangan di dalam sampel batuan secara teoritis searah dengan gaya yang dikenakan pada sampel tersebut.
Gambar 1. Skema uji UCS
Keterangan :
L : Panjang Sampel Batuan d : Diameter
ΔL : Perpindahan Aksial σ1 : Tekanan arah vertikal
Hasil uji kuat tekan uniaksial yang meliputi pengukuran beban, perpindahan aksial, dan lateral akan diperoleh kurva tegangan dan regangan batuan.
Alat untuk menguji UCS bantuan adalah sebagai berikut :



RT-200 ROCK SHEAR BOX APPARATUS
RT-200 ROCK SHEAR BOX APPARATUS (UJI KUAT GESER BATUAN)
Standar Acuan : ASTM D5607* ISRM
ROCK SHEAR BOX APPARATUS adalah alat yang digunakan untuk menguji kuat geser batuan ketika diberikan beban secara langsung. Pengujian kuat geser dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik dari batuan yang menjadi spesimen yaitu dari segi berapa kekuatan spesimen terhadap suatu geseran disertai adanya pembebanan yang masih mampu di tahan oleh spesimen tersebut, hal ini banyak digunakan dalam analisis stabilitas lereng pada tambang terbuka, analisis stabilitas batuan samping pada lubang bukaan bawah tanah dan lain sebagainya.
Mekanika batuan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku (behaviour) batuan baik secara teoritis maupun terapan, merupakan cabang dari ilmu mekanika yang berkenaan dengan sikap batuan terhadap medan-medan gaya pada lingkungannya. Atau juga Secara umum mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku batuan bila terhadapnya dikenakan gaya atau tekanan.
Kekuatan batuan dapat diukur secara insitu (di lapangan) sebaik pengukuran di laboratorium. Regangan (deformasi) diukur di area tambang kemudian dihubungkan terhadap tegangan dengan berpedoman pada konstanta elastik dari laboratorium. Tegangan sebelum penambangan merupakan kondisi tegangan asli, sulit dihitung, tetapi merupakan parameter desain tambang yang penting.
Mekanika batuan sendiri mempunyai karakteristik mekanik yang diperoleh dari penelitian ini adalah kuat tekan batuan (σt), kuat tarik batuan (σc ), Modulus Young (E), Nisbah Poisson (v), selubung kekuatan batuan (strength envelope), kuat geser (τ), kohesi (C), dan sudut geser dalam (φ).
Pengujian ini untuk mengetahui kekuatan batuan terhadap suatu geseran pada tegangan normal tertentu. Dari hasil pengujian kuat geser ini dapat ditentukan :
- Garis “Coulomb’s shear strength”.
- Nilai kuat geser (shear strength) batuan.
- Sudut geser dalam (ǿ), dan
- Kohesi (C)
Alat-Alat yang Digunakan
- Satu set alat untuk uji Kuat geser dari bentuk suatu batuan.
- Satu spesimen dengan bentuk segi empat atau ketupat dan spesimen yang diujinya berada ditengah-tengah segiempat yang tengahnya dibuat belah.
- Pompa pembebanan serta penunjuknya dalam satuan KN, dengan skala satu stripnya 1 KN.
- Penunjukan keadaan gesernya spesimen dengan skala 0,5 per strip.
- Jumlah spesimen yang diuji adalah 1 buah sepecimen dengan tiga kali uji.
Prosedur
- Ukur dulu terlebih dahulu panjang dan lebar contoh lalu catat pada form yang ada.
- Masukkan spesimen ke dalam box penyimpanan di alat shear box, kemudian beri beban normal sesuai dengan perhitungan.
- Pasang selang oli pressure pada saat posisi maju saat pengukuran maju demikian pula pada saat pengukuran mundur sedang dipindahkan.
- Pompa beban yang digunakan (1KN, 2KN, 3KN) dan ditahan supaya konstan selama pengujian masih dilakukan.
- Baca preassure gauge sesuai waktu yang diminta sebanyak 12 mm perubahan.
- Beban yang diberikan jangan sampai berubah apabila berubah maka preassure gaugenya pun akan berubah. Penunjuk keadaan geser spesimen dangan skala 1 strip bernilai 0.5 KN.
- Pompa untuk menggeser spesimen, digerak-gerakkan selama alat penunjuk geser maju atau mundur itu berputar satu putaran penuh.
- Setelah satu putaran dicatat data yang dihasilkan dari alat penunjuk kekuatan geser (yang letaknya di dekat pompa yang berfungsi untuk menggeser).
- Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali dengan keadaan menggeser ke arah maju dan kearah mundur.

RT-100 DIGITAL POINT LOAD TEST APPARATUS
- RT-100 DIGITAL POINT LOAD TEST APPARATUS WITH HYDRAULIC JACK (UJI BEBAN TITIK DENGAN JACK HIDROLIK)
- RT-100A ANALOG POINT LOAD TEST APPARATUS WITH HYDRAULIC JACK (UJI BEBAN TITIK DENGAN JACK HIDROLIK)
Standar Acuan : ASTM D-5731
Klasifikasi massa batuan digunakan sebagai parameter penting dalam penentuan reaksi batuan terhadap suatu konstruksi, salah satu metode klasifikasi massa batuan adalah uji beban titik. Uji beban titik lebih disukai karena mudah dalam menentukan kelas massa batuan, baik dari segi biaya maupun waktu. Hingga saat ini banyak ditemukan hasil penelitian yang membahas uji beban titik dengan tujuan untuk mereduksi nilai kesalahan dari hasil pengujian. Dalam penelitian ini dilakukan tinjauan pustaka dari beberapa hasil penelitian untuk mengetahui garis besar hal-hal yang harus diperhatikan dan mengetahui keunggulannya dalam melakukan konversi ke nilai tes yang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan operator, geometri pelat kerucut, perawatan alat secara berkala, panjang lengan pembebanan dan geometri sampel sebagai hal yang perlu diperhatikan dalam uji beban titik dan nilai indeks beban titik dapat diubah menjadi nilai kuat tekan uniaksial, dengan memperhatikan kondisi geologi dan nilai koreksi untuk setiap jenis batuan.
Terdapat banyak metode yang bisa digunakan dalam menentukan klasifikasi massa batuan, salah satunya adalah uji beban titik atau Point Load Test (PLT). PLT merupakan metode pengujian yang tujuannya untuk menentukan nilai kekuatan dari suatu jenis batuan. ASTM (2008) Uji ini dilakukan dengan membebani spesimen batuan dengan beban yang semakin terkonsentrasi hingga terjadi kegagalan akibat pecahnya spesimen tersebut. Beban terkonsentrasi diterapkan melalui koaksial, pelat kerucut terpotong. Beban kegagalan digunakan untuk menghitung indeks kekuatan beban titik.
Keunggulan Point Load Test (PLT)
Selain prosedur pengujian yang sederhana, preparasi contoh yang mudah dan dapat dilakukan dilapangan, keunggulan PLT selanjutnya adalah nilai kekuatan batuan atau Point Load Index (PLI) yang ternyata banyak digunakan untuk mendapatkan nilai kekuatan batuan yang lain, seperti UCS (Uniaxial Compressive Strength), kuat tarik dan RMR (Rock Mass Rating). Dalam hal ini, literatur yang menjelaskan untuk konversi nilai kuat tarik dan RMR masih sangat sedikit dan lebih sering dihubungkan dengan nilai UCS. M Alitalesh, dkk (2016) menyatakan meskipun uji PLI cepat, ekonomis dan sederhana, baik di lapangan maupun di laboratorium, UCS dapat diperkirakan dengan menggunakan PLI. Konversi nilai PLI untuk berbagai macam jenis metode pengujian tersebut tidak semata-mata mudah untuk dilakukan. Terbukti dari hasil penelitian-penelitian terdahulu yang banyak memberikan catatan penting.
Adapun alat Point Load Test produksi Bina Mutu Teknotama Digital adalah sebagai berikut :




